Rabu, 22 Mei 2013

Kisahku dan Dia (Masih Berharap) - Prolog dan Part 1







Prolog

Tujuh  tahun setelah pertemuan terakhir dengannya sungguh sangat menyisakan banyak pertanyaan. Entah sampai kapan aku akan menunggu jawaban dari pertanyaan itu. Untuk melepaskan harapan ke dia pun sungguh terasa berat. Walau kabar dari dia pun tidak ada karena alasan yang tidak ku ketahui tapi  aku akan selalu menunggu sampai dia memberikan kepastian. Seperti saat ini harapan itu akan selalu ada. Dan aku percaya bahwa jawaban itu tidak akan lama lagi. Dan aku sangat yakin bahwa jawaban itu sangatlah indah walaupun pada awalnya sangat menyakitkan.
***

Part 1

Shaina POV

Suara jeritan alarm membangunkanku dari perjalanan indah di pulau kapuk. Ku ambil jam itu dan ku lihat  waktu menunjukkan pukul 5 segera setelah itu ku matikan alarm jam itu. Karena sudah terbiasa dengan kedisplinan beberapa tahun ini membuatku langsung bergegas bangun dan mempersiapkan diri menantang dunia dengan segala isinya. Sebelum melangkah ke kamar mandi aku melirik handphoneku dan di sana tertera 7 misscall dan 4 sms. Nanti saja aku baca paling dari Caca, gumamku dalam hati sambil membanting telepon genggam super canggih itu ke kasur.
   Setelah mempersiapkan diri aku menuju ruang makan sekedar meminta bantuan ibu tercinta untuk membungkuskanku sarapan. Maklum pekerjaanku sebagai seorang auditor menyebabkanku harus disiplin terhadap waktu jadi tidak sempat sarapan di rumah kalau tidak mau terjebak di kemacetan ibukota. Selain itu, peraturan di kantor akuntan tempatku bekerja kedisplinan sangat dinomorsatukan. Pukul 8 harus tiba di kantor apalagi hari ini ada meeting dengan pimpinan mengenai klien yang akan aku datangi hari ini. Mau tidak mau jam 6 aku harus berangkat dan mau tidak mau juga harus sarapan di kantor.
Apalagi kantorku itu terletak di pinggir jalan utama ibukota yang kemacetannya super duper. Setelah semua sudah siap yaitu sarapan dan mobil yang sudah dipanaskan aku pamitan kepada ibu dan ayahku tercinta untuk pergi. Ya, hanya aku sekarang yang tinggal di rumah keluarga ini bersama ayah dan ibu. Ketiga kakakku sudah memiliki keluarga sendiri. Jadilah aku anak  bungsu yang amat teramat di sayangi apalagi aku anak perempuan satu-satunya. Ayah dan ibuku sudah lama pensiun dari pekerjaan mereka sebagai pegawai pemerintahan. Saat ini ayah dan ibu sibuk dengan toko mereka masing-masing. Ayah yang pecinta segala burung membuka toko tentang burung dari segala pakan dan makanannya. Ibuku yang pecinta tanaman dari gadis membuka toko tanaman yang dibantu karyawan. Ya, mereka hanya mengawasi walaupun sekali-kali terjun langsung dalam usaha unik mereka itu.

“Ayah,ibu Shaina pamit ya.” Ucapku sambil menyalami kedua tangan mereka bergantian.

“Iya kamu hati-hati ya nak, ayah sedih sejak jadi auditor kamu jadi jarang bahkan tidak pernah ya Bu sarapan di rumah.” Ucap ayah yang langsung ditanggapi ibu dengan anggukan.

“Ya ini sudah jadi risiko auditor yah. Ayah sabar saja ya.” Ujarku sambil tersenyum selebar mungkin dan setelah itu bergegas menuju mobil PT Cruisher-ku –yang kuberi nama boy- yang sudah dipanaskan dan siap tempur membelah jalanan ibukota.

***

Senin, 13 Mei 2013

Everything


You're a falling star, You're the get away car.You're the line in the sand when I go too far.You're the swimming pool, on an August day.And You're the perfect thing to see.
And you play your card, but it's kinda cute.Ah, When you smile at me you know exactly what you do.Baby don't pretend, that you don't know it's true.Cause you can see it when I look at you.
[Chorus:]And in this crazy life, and through these crazy timesIt's you, it's you, You make me sing.You're every line, you're every word, you're everything.
You're a carousel, you're a wishing well,And you light me up, when you ring my bell.You're a mystery, you're from outer space,You're every minute of my everyday.
And I can't believe, uh that I'm your man,And I get to kiss you baby just because I can.Whatever comes our way, ah we'll see it through,And you know that's what our love can do.

[Chorus:]And in this crazy life, and through these crazy timesIt's you, it's you, You make me singYou're every line, you're every word, you're everything.
So, La, La, La, La, La, La, LaSo, La, La, La, La, La, La, La[Chorus:]


And in this crazy life, and through these crazy timesIt's you, it's you, You make me singYou're every line, you're every word, you're everything.
You're every song, and I sing along.Cause you're my everything.yeah, yeah
So, La, La, La, La, La, La, LaSo, La, La, La, La, La, La, La

suka banget sama lagu ini :D

Home

oleh: Michael Buble


Another summer dayHas come and gone awayIn Paris and RomeBut I wanna go homeMmmmmmmm
Maybe surrounded byA million people IStill feel all aloneI just wanna go homeOh I miss you, you know
And I’ve been keeping all the letters that I wrote to youEach one a line or two“I’m fine baby, how are you?”Well I would send them but I know that it’s just not enoughMy words were cold and flatAnd you deserve more than that
Another aeroplaneAnother sunny placeI’m lucky I knowBut I wanna go homeMmmm, I’ve got to go home
Let me go homeI’m just too far from where you areI wanna come home
And I feel just like I’m living someone else’s lifeIt’s like I just stepped outsideWhen everything was going rightAnd I know just why you could notCome along with meBut this was not your dreamBut you always believe in me
Another winter day has comeAnd gone awayAnd even Paris and RomeAnd I wanna go homeLet me go home
And I’m surrounded byA million people IStill feel aloneOh, let go homeOh, I miss you, you know
Let me go homeI’ve had my runBaby, I’m doneI gotta go homeLet me go homeIt will all rightI’ll be home tonightI’m coming back home

Lagu ini mengingatkan saya sama novel bellamore karya Karla M.Nashar terutama sama tokoh laki-lakinya yang bernama Fabian Ferdinandi. Di novel ini si tampan itu sakit lupus yang akhirnya membuat dia menjemput takdir. Hal ini membuat saya sedih sama tokoh wanitanya yang bernama Lannavera dimana tokoh wanita ini sangat cinta sama tokoh laki-laki. Tapi novel ini endingnya sedikit lumayan dimana Lannavera menemukan sepesang kaus kakinya, Danny :D