Aku melihatmu bukan karena siapa kamu atau darimana asalmu, aku melihatmu karena hatimu, cintamu, dan sikapmu yang selalu apa adanya..
Kamis, 24 Oktober 2013
Keluarga
Keluarga...
Harta terindah yang ada di muka bumi ini. Bagaikan kekuatan dari sinar matahari yang memberikan sentuhan kuat untuk bergerak. Bagaikan aliran sungai yang tenang dalam melindungi dan mengayomi. Bagaikan gunung berapi yang tatkala meletus apabila kemarahan memuncak. Tetapi, di balik itu semua terdapat kasih sayang bagai lapisan es di kutub utara. Lapisan yang mengasihi dengan sebuah keberadaan dan kasih sayang yang tercipta. My Family is my everything...
Selasa, 13 Agustus 2013
Teruntuk sahabat dari sahabat
Aku
persembahkan surat ini untuk sahabat-sahabatku yang sedang putus asa dan gundah. Untuk
sahabat-sahabatku yang sedang berduka. Begitupun juga dengan sahabat-sahabatku
yang merasa letih dalam menjalani hidup ini. Surat untuk para wanita yang
kuat,tangguh,tegar dan pemberani dalam menjalani kehidupan ini. Sebuah surat
dari seorang sahabat untuk sahabat. Sebuah surat yang berasal dari hati yang ku
sampaikan untuk hatimu pula. Sebuah surat dengan kejujuran hati dan perasaan.
Aku berharap dengan membaca surat ini hidupmu menjadi lebih berwarna dan
bergerak ke arah yang lebih baik. Dan dimanapun dirimu berada aku akan selalu
menemanimu dan mendengarkanmu. Kepercayaan dan keterbukaanlah yang membuat kita
erat dan saling memahami. Doa dan kehendak Tuhanlah yang menentukan segalanya.
Yang tepat untuk saat ini adalah kepercayaan. Kepercayaan kepada Tuhan bahwa
Tuhan selalu ada dalam persahabatan kita, dalam persaudaraan kita.
Kenangan?
Apa itu kenangan?
Sebuah ingatan akan suatu peristiwa yang kita alami atau apakah pelampiasan dan dampak akan sebuah peristiwa? Ada sebagian orang yang beranggapan bahwa mengenang sebuah kenangan itu tak ada gunanya.
Mungkin orang-orang seperti itu termasuk golongan yang mengabaikan arti kecil dari munculnya sebuah kenangan. Walaupun kenangan yang pernah kita alami itu buruk setidaknya kita akan mengenang kenangan tersebut. Kenangan yg kita alami sebagian besar dari lingkungan sekolah, perguruan tinggi, keluarga, masyarakat tempat tinggal, dan sebagainya. Kenangan di sekolah dan perguruan tinggi seperti telat datang ke sekolah/kampus, dimarahi guru/dosen, lupa mengerjakan tugas,dijahili teman, contek mencontek,disakiti teman, bahkan kenangan akan kisah cinta yg pernah dialami..
Sebuah ingatan akan suatu peristiwa yang kita alami atau apakah pelampiasan dan dampak akan sebuah peristiwa? Ada sebagian orang yang beranggapan bahwa mengenang sebuah kenangan itu tak ada gunanya.
Mungkin orang-orang seperti itu termasuk golongan yang mengabaikan arti kecil dari munculnya sebuah kenangan. Walaupun kenangan yang pernah kita alami itu buruk setidaknya kita akan mengenang kenangan tersebut. Kenangan yg kita alami sebagian besar dari lingkungan sekolah, perguruan tinggi, keluarga, masyarakat tempat tinggal, dan sebagainya. Kenangan di sekolah dan perguruan tinggi seperti telat datang ke sekolah/kampus, dimarahi guru/dosen, lupa mengerjakan tugas,dijahili teman, contek mencontek,disakiti teman, bahkan kenangan akan kisah cinta yg pernah dialami..
Kehidupan yg singkat
Malam
ini aku ingin membahas suatu hal tentang "arti sebuah kehidupan". Arti
kehidupan dapat di katakan sebagai suatu hal yang amat sangat di
butuhkan tiap individu. Ada yang merasa bahwa arti kehidupan adalah
sebuah perjalanan, ada juga yang mengatakan arti hidup adalah sebuah
tujuan.
Senin, 15 Juli 2013
Kisahku dan Dia (Masih Berharap) Part 3
Part 3
Shaina
POV
Aku yang shock mendengar kabar Rizan bertunangan pun berusaha tersenyum
senormal mungkin. Hancur hatiku, remuk saat mendengar rizan mengenalkan “calon
istrinya” itu kepadaku. Habis sudah harapan yang aku bangun selama ini
tentangnya. Sekarang aku benar-benar wanita yang hancur karena memiliki pengharapan
yang tinggi terhadap seorang lelaki. Entahlah perasaanku yang tadi
berbunga-bunga atas sikap Rizan yang berbeda terhadapku sekarang berubah
seketika. Jadi penantianku selama 7 tahun ini sia-sia. Alasan yang tidak logis
memang menunggu seorang selama itu.
Biasanya instingku selalu benar terhadap perasaanku. Tetapi ini apa.
Kenapa jadi begini. Aku memang tidak berhak menyalahi Rizan. Toh memang selama
ini diriku saja yang ke-pede-an berharap ia suka padaku. Tetapi kenyataannya
sekarang di hadapanku ia telah memiliki seorang tunangan. Lalu apa maksud kata
ambigu yang pernah ia ucapkan dulu ke aku. Dan Aku harus bagaimana sekarang.
Rasanya aku ingin pergi dari sini tetapi kalau seperti itu akan membuat rizan
dan yang lainnya curiga. Aku merasa nyawaku sudah melayang setengah. Dan besok
aku harus ke Jogja pula. Entahlah rasanya semangat itu telah padam dan semua
seakan bertumpuk jadi satu. Satu masalah datang.
“Hei,
kok jadi pada diam? Terpesona sama tunangan gua?” Suara Rizan yang terkekeh membuyarkan
tentang “hatiku yang sedang berdenyut” menanti apa yang akan ia kabari
berikutnya. Dan ku melihat ke arah Maura ia pun tersenyum dengan ucapan Rizan
tadi.
“Gak Zan,
kaget aja gua selama ini elo menghilang dan sekarang tiba-tiba bawa tunangan.”
Celetuk Caca sembari menatap ke arahku seolah mewakili perasaanku yang
bertanya-tanya tentang hal ini.
“Iya Zan
udah mau nikah aja dong elo ya? Mau nyusul gua ya? Gila! Hilang 7 tahun
langsung mau nikah!” Tanya Faali.
“Nyusul?”
Tanya Rizan heran dengan pertanyaan Faali.
Langganan:
Postingan (Atom)



