Kamis, 16 Januari 2014

Kisahku dan Dia (Masih berharap) Part 4




 
Seandainya hati seseorang dapat dianalisis atau diperiksa layaknya menganalisis dan memeriksa laporan keuangan mungkin aku dapat mengetahui bagaimana perasaan seorang Rizan terhadapku. Aku tak mengerti apa arti cinta yang sesungguhnya. Apakah cinta yang ku miliki ini hanya menjadi cinta yang tak terbalas. Aku tahu bahwa yang namanya cinta tak harus selalu memiliki. Cinta dapat dipertahankan dengan sebuah keyakinan bahwa cinta yang terpendam itu hanya menjadi cinta yang murni tanpa ada sebuah ikatan. Dapat dikatakan cinta tersebut adalah cinta dalam diam.
“Kamu kenapa baru pulang? Gak seperti biasanya kamu pulang diam seperti ini, biasanya selalu mengucap salam sambil teriak-teriak. Katanya besok ke Jogja? Itu kenapa pintunya tidak ditutup kenapa kamu Cuma memegang gagangnya saja?” Suara rentetan ibu terdengar tepat di belakangku dan sukses menghentikan lamunanku. Aku berbalik dan langsung menatap mata ibuku. Aku butuh pelukan.
“Kamu kenapa kok malah jadi nangis?” Tanya ibuku kebingungan karena aku bukannya menjawab pertanyaannya malah langsung menghambur ke pelukannya.
“Gak apa-apa, Bu. Aku lagi sedih saja. memikirkan sampai sekarang aku belum bisa membahagiakan ibu dan ayah.” Jawabku dengan suara serak karena kebanyakan menangis.
“Kamu ini kenapa kok jadi aneh begini. Bagi ibu kamu sudah ada di dekat ibu dan ayah saja sudah membuat ibu dan ayah bahagia, Nak. Kalau kamu ada masalah ceritakan kepada kami.” Ucap ibuku tenang seolah-olah menenangkan hatiku yang sedang kalut.

Kamis, 24 Oktober 2013

Keluarga




Keluarga...
Harta terindah yang ada di muka bumi ini. Bagaikan kekuatan dari sinar matahari yang memberikan sentuhan kuat untuk bergerak. Bagaikan aliran sungai yang tenang dalam melindungi dan mengayomi. Bagaikan gunung berapi yang tatkala meletus apabila kemarahan memuncak. Tetapi, di balik itu semua terdapat kasih sayang bagai lapisan es di kutub utara. Lapisan yang mengasihi dengan sebuah keberadaan dan kasih sayang yang tercipta. My Family is my everything...

Selasa, 13 Agustus 2013

Teruntuk sahabat dari sahabat



Aku persembahkan surat ini untuk sahabat-sahabatku  yang sedang putus asa dan gundah. Untuk sahabat-sahabatku yang sedang berduka. Begitupun juga dengan sahabat-sahabatku yang merasa letih dalam menjalani hidup ini. Surat untuk para wanita yang kuat,tangguh,tegar dan pemberani dalam menjalani kehidupan ini. Sebuah surat dari seorang sahabat untuk sahabat. Sebuah surat yang berasal dari hati yang ku sampaikan untuk hatimu pula. Sebuah surat dengan kejujuran hati dan perasaan. Aku berharap dengan membaca surat ini hidupmu menjadi lebih berwarna dan bergerak ke arah yang lebih baik. Dan dimanapun dirimu berada aku akan selalu menemanimu dan mendengarkanmu. Kepercayaan dan keterbukaanlah yang membuat kita erat dan saling memahami. Doa dan kehendak Tuhanlah yang menentukan segalanya. Yang tepat untuk saat ini adalah kepercayaan. Kepercayaan kepada Tuhan bahwa Tuhan selalu ada dalam persahabatan kita, dalam persaudaraan kita.

Kenangan?


Kenangan?

Apa itu kenangan?
Sebuah ingatan akan suatu peristiwa yang kita alami atau apakah pelampiasan dan dampak akan sebuah peristiwa? Ada sebagian orang yang beranggapan bahwa mengenang sebuah kenangan itu tak ada gunanya.
Mungkin orang-orang seperti itu termasuk golongan yang mengabaikan arti kecil dari munculnya sebuah kenangan. Walaupun kenangan yang pernah kita alami itu buruk setidaknya kita akan mengenang kenangan tersebut. Kenangan yg kita alami sebagian besar dari lingkungan sekolah, perguruan tinggi, keluarga, masyarakat tempat tinggal, dan sebagainya. Kenangan di sekolah dan perguruan tinggi seperti telat datang ke sekolah/kampus, dimarahi guru/dosen, lupa mengerjakan tugas,dijahili teman, contek mencontek,disakiti teman, bahkan kenangan akan kisah cinta yg pernah dialami..

Kehidupan yg singkat


Malam ini aku ingin membahas suatu hal tentang "arti sebuah kehidupan". Arti kehidupan dapat di katakan sebagai suatu hal yang amat sangat di butuhkan tiap individu. Ada yang merasa bahwa arti kehidupan adalah sebuah perjalanan, ada juga yang mengatakan arti hidup adalah sebuah tujuan.

Senin, 15 Juli 2013

Kisahku dan Dia (Masih Berharap) Part 3



Part 3

Shaina POV

Aku yang shock mendengar kabar Rizan bertunangan pun berusaha tersenyum senormal mungkin. Hancur hatiku, remuk saat mendengar rizan mengenalkan “calon istrinya” itu kepadaku. Habis sudah harapan yang aku bangun selama ini tentangnya. Sekarang aku benar-benar wanita yang hancur karena memiliki pengharapan yang tinggi terhadap seorang lelaki. Entahlah perasaanku yang tadi berbunga-bunga atas sikap Rizan yang berbeda terhadapku sekarang berubah seketika. Jadi penantianku selama 7 tahun ini sia-sia. Alasan yang tidak logis memang menunggu seorang selama itu.
Biasanya instingku selalu benar terhadap perasaanku. Tetapi ini apa. Kenapa jadi begini. Aku memang tidak berhak menyalahi Rizan. Toh memang selama ini diriku saja yang ke-pede-an berharap ia suka padaku. Tetapi kenyataannya sekarang di hadapanku ia telah memiliki seorang tunangan. Lalu apa maksud kata ambigu yang pernah ia ucapkan dulu ke aku. Dan Aku harus bagaimana sekarang. Rasanya aku ingin pergi dari sini tetapi kalau seperti itu akan membuat rizan dan yang lainnya curiga. Aku merasa nyawaku sudah melayang setengah. Dan besok aku harus ke Jogja pula. Entahlah rasanya semangat itu telah padam dan semua seakan bertumpuk jadi satu. Satu masalah datang.

“Hei, kok jadi pada diam? Terpesona sama tunangan gua?” Suara Rizan yang terkekeh membuyarkan tentang “hatiku yang sedang berdenyut” menanti apa yang akan ia kabari berikutnya. Dan ku melihat ke arah Maura ia pun tersenyum dengan ucapan Rizan tadi.

“Gak Zan, kaget aja gua selama ini elo menghilang dan sekarang tiba-tiba bawa tunangan.” Celetuk Caca sembari menatap ke arahku seolah mewakili perasaanku yang bertanya-tanya tentang hal ini.

“Iya Zan udah mau nikah aja dong elo ya? Mau nyusul gua ya? Gila! Hilang 7 tahun langsung mau nikah!” Tanya Faali.

“Nyusul?” Tanya Rizan heran dengan pertanyaan Faali.

Senin, 08 Juli 2013

Kisahku dan Dia (Masih Berharap) Part 2




Part 2

Shaina POV

Seharian berkutat dengan segala hingar bingar pekerjaan sebagai auditor cukup membuatku pusing. Ku lirik jam tanganku dan waktu menunjukkan pukul 20.15. Wah aku sudah terlambat, gumamku dalam hati. Segera aku membereskan berkas-berkas yang akan aku bawa besok ke Jogja. Saat membereskan berkas-berkas ada benda yang tidak asing lagi bagiku, benda  yang selalu mengingatkan aku pada suatu kejadian 7 tahun lalu. Yang mengingatkanku pada sosok bernama Rizan.

***

7 tahun lalu di Kelas XII IPS 3..

“Ngelamunin apa sih Na? Serius amat wajah lo!” Tanya Rizan tiba-tiba mengagetkanku dari lamunan panjangku tentang masa depan.

“Iya ni Zan mikirin elo ni gue hehe.” Jawabku sambil melebarkan senyuman yang mempertontonkan gigi kelinciku ke arah Rizan.

“Ah becanda aja elo ya! Mikirin apa sih Shaina Sucahyo? Udah apapun itu gak usah dipikirin ya.” Ucap Rizan menenangkanku seolah paham dengan apa yang ada di pikiranku saat ini.

“Gue lagi mikirin masa depan ,Zan. Gue bingung mau ngambil kuliah apa.” Ucapku sambil melirik brosur sebuah perguruan tinggi.

“Udah gak usah terlalu dipikirin. Urusan begituan mah gua ni yg laki-laki yg mesti ribet. Gua kan bakal jadi calon kepala keluarga nanti. Jadi gak usah dipikirin ya. Tenang aja elo bakal dapet suami yang tepat kok nanti yang bikin elo gak usah pusing-pusing kerja.” Ujar Rizan dengan wajah tenangnya.
“Ya gak gitu jugalah,gue juga pengen punya karier, Zan. Pengen bahagiain ayah dan ibu gue juga kan Zan. Ya,Setidaknya bisa menunjang suami juga kan nanti. Belum juga lulus SMA omongan kita udah ke pernikahan aja. Hahaha.” Ucapku sambil tertawa.

“Ya harus dari sekarang mah  Na itu dipikirin. Kita kan nanti bakal jadi orang tua. Lagipula tadi juga udah gua bilang gua kan calon kepala keluarga jadi mesti siap-siap dari sekarang.”Ucapnya lagi.

“Hemm. Begitu toh,pusinglah gue. Yang penting sekarang lulus aja dulu deh soal nikah atau kerja nanti juga bakal ketemu sendiri.”Ucapku lagi

“Iya yang penting lulus dulu. Kelamaan ngobrol lupa kan gua mau ngasih ini.” Sahut Rizan sambil menyodorkan sebuah bolpoint. Tampak dari fisiknya bolpoint itu cukup mahal. Dapat dari mana ya dia,ucapku dalam hati.

“Ini dari bokap Na kemaren Beliau baru dari Australia. Gue dikasih ini. Ini buat elo aja. Ya hitung-hitung sebagai tanda semakin erat hubungan persahabatan kita. Hehehe.”Ucap rizan tertawa kecil menjawab pertanyaanku tentang bolpoint itu.

“Serius ini buat gue? Kayaknya mahal ini Zan. Bokap lo bisa marah kalau ini dikasih gue. Tanyaku dengan ekspresi sedikit “tidak enak”. Walaupun aku tahu ayah Rizan tidak akan marah tetap saja aku merasa tidak enak. Begitulah Rizan suka banget ngasih benda-benda ke aku.

“Gak kok. Selow aja sama gue Na. Banyak alasan buat ngasih bolpoint itu ke elo Na. Nanti juga tau alasannya.”Ucap Rizan.

“Apa alasannya?” Tanyaku penasaran.

“Nanti gua kasih tau yang penting sekarang elo terima ya bolpoint itu.” Jawab Rizan sedikit memaksa lagi-lagi dengan senyuman mautnya yang membuatku tak bisa menolak pemberiannya.
 ***

Senin, 10 Juni 2013

Cinta?

Sebenarnya apa sih arti cinta yang sesungguhnya? Terkadang banyak orang yang mengartikan cinta hanya sekedar pelampiasan perasaan dan nafsu semata. Apakah itu cinta yang sesungguhnya? Bukankah cinta itu suci? Tetapi kenapa banyak orang yang menyia-nyiakan cinta? Itulah cinta yang karena kesuciannya banyak orang yang mengsalahartikan kesucian cinta tersebut. Cinta bukan sekedar pelampiasan perasaan atau nafsu semata. Cinta ya cinta. Cinta pada pasangan karena cinta pada Tuhan. Cinta pada sebuah hubungan karena Tuhan. Intinya cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang terlahir dari perasaan manusia terhadap Tuhannya. Cinta yang tulus bukan sekedar melihat fisik atau nafsu semata. Cinta yang seperti itu merupakan cinta yang abadi. Cinta yang terlahir karena kecintaan pada Tuhan akan membuat seseorang insan manusia mengerti apa arti cinta sesungguhnya. Cinta yang tulus dan selamanya :)))

Rabu, 22 Mei 2013

Kisahku dan Dia (Masih Berharap) - Prolog dan Part 1







Prolog

Tujuh  tahun setelah pertemuan terakhir dengannya sungguh sangat menyisakan banyak pertanyaan. Entah sampai kapan aku akan menunggu jawaban dari pertanyaan itu. Untuk melepaskan harapan ke dia pun sungguh terasa berat. Walau kabar dari dia pun tidak ada karena alasan yang tidak ku ketahui tapi  aku akan selalu menunggu sampai dia memberikan kepastian. Seperti saat ini harapan itu akan selalu ada. Dan aku percaya bahwa jawaban itu tidak akan lama lagi. Dan aku sangat yakin bahwa jawaban itu sangatlah indah walaupun pada awalnya sangat menyakitkan.
***

Part 1

Shaina POV

Suara jeritan alarm membangunkanku dari perjalanan indah di pulau kapuk. Ku ambil jam itu dan ku lihat  waktu menunjukkan pukul 5 segera setelah itu ku matikan alarm jam itu. Karena sudah terbiasa dengan kedisplinan beberapa tahun ini membuatku langsung bergegas bangun dan mempersiapkan diri menantang dunia dengan segala isinya. Sebelum melangkah ke kamar mandi aku melirik handphoneku dan di sana tertera 7 misscall dan 4 sms. Nanti saja aku baca paling dari Caca, gumamku dalam hati sambil membanting telepon genggam super canggih itu ke kasur.
   Setelah mempersiapkan diri aku menuju ruang makan sekedar meminta bantuan ibu tercinta untuk membungkuskanku sarapan. Maklum pekerjaanku sebagai seorang auditor menyebabkanku harus disiplin terhadap waktu jadi tidak sempat sarapan di rumah kalau tidak mau terjebak di kemacetan ibukota. Selain itu, peraturan di kantor akuntan tempatku bekerja kedisplinan sangat dinomorsatukan. Pukul 8 harus tiba di kantor apalagi hari ini ada meeting dengan pimpinan mengenai klien yang akan aku datangi hari ini. Mau tidak mau jam 6 aku harus berangkat dan mau tidak mau juga harus sarapan di kantor.
Apalagi kantorku itu terletak di pinggir jalan utama ibukota yang kemacetannya super duper. Setelah semua sudah siap yaitu sarapan dan mobil yang sudah dipanaskan aku pamitan kepada ibu dan ayahku tercinta untuk pergi. Ya, hanya aku sekarang yang tinggal di rumah keluarga ini bersama ayah dan ibu. Ketiga kakakku sudah memiliki keluarga sendiri. Jadilah aku anak  bungsu yang amat teramat di sayangi apalagi aku anak perempuan satu-satunya. Ayah dan ibuku sudah lama pensiun dari pekerjaan mereka sebagai pegawai pemerintahan. Saat ini ayah dan ibu sibuk dengan toko mereka masing-masing. Ayah yang pecinta segala burung membuka toko tentang burung dari segala pakan dan makanannya. Ibuku yang pecinta tanaman dari gadis membuka toko tanaman yang dibantu karyawan. Ya, mereka hanya mengawasi walaupun sekali-kali terjun langsung dalam usaha unik mereka itu.

“Ayah,ibu Shaina pamit ya.” Ucapku sambil menyalami kedua tangan mereka bergantian.

“Iya kamu hati-hati ya nak, ayah sedih sejak jadi auditor kamu jadi jarang bahkan tidak pernah ya Bu sarapan di rumah.” Ucap ayah yang langsung ditanggapi ibu dengan anggukan.

“Ya ini sudah jadi risiko auditor yah. Ayah sabar saja ya.” Ujarku sambil tersenyum selebar mungkin dan setelah itu bergegas menuju mobil PT Cruisher-ku –yang kuberi nama boy- yang sudah dipanaskan dan siap tempur membelah jalanan ibukota.

***

Senin, 13 Mei 2013

Everything


You're a falling star, You're the get away car.You're the line in the sand when I go too far.You're the swimming pool, on an August day.And You're the perfect thing to see.
And you play your card, but it's kinda cute.Ah, When you smile at me you know exactly what you do.Baby don't pretend, that you don't know it's true.Cause you can see it when I look at you.
[Chorus:]And in this crazy life, and through these crazy timesIt's you, it's you, You make me sing.You're every line, you're every word, you're everything.
You're a carousel, you're a wishing well,And you light me up, when you ring my bell.You're a mystery, you're from outer space,You're every minute of my everyday.
And I can't believe, uh that I'm your man,And I get to kiss you baby just because I can.Whatever comes our way, ah we'll see it through,And you know that's what our love can do.

[Chorus:]And in this crazy life, and through these crazy timesIt's you, it's you, You make me singYou're every line, you're every word, you're everything.
So, La, La, La, La, La, La, LaSo, La, La, La, La, La, La, La[Chorus:]


And in this crazy life, and through these crazy timesIt's you, it's you, You make me singYou're every line, you're every word, you're everything.
You're every song, and I sing along.Cause you're my everything.yeah, yeah
So, La, La, La, La, La, La, LaSo, La, La, La, La, La, La, La

suka banget sama lagu ini :D

Home

oleh: Michael Buble


Another summer dayHas come and gone awayIn Paris and RomeBut I wanna go homeMmmmmmmm
Maybe surrounded byA million people IStill feel all aloneI just wanna go homeOh I miss you, you know
And I’ve been keeping all the letters that I wrote to youEach one a line or two“I’m fine baby, how are you?”Well I would send them but I know that it’s just not enoughMy words were cold and flatAnd you deserve more than that
Another aeroplaneAnother sunny placeI’m lucky I knowBut I wanna go homeMmmm, I’ve got to go home
Let me go homeI’m just too far from where you areI wanna come home
And I feel just like I’m living someone else’s lifeIt’s like I just stepped outsideWhen everything was going rightAnd I know just why you could notCome along with meBut this was not your dreamBut you always believe in me
Another winter day has comeAnd gone awayAnd even Paris and RomeAnd I wanna go homeLet me go home
And I’m surrounded byA million people IStill feel aloneOh, let go homeOh, I miss you, you know
Let me go homeI’ve had my runBaby, I’m doneI gotta go homeLet me go homeIt will all rightI’ll be home tonightI’m coming back home

Lagu ini mengingatkan saya sama novel bellamore karya Karla M.Nashar terutama sama tokoh laki-lakinya yang bernama Fabian Ferdinandi. Di novel ini si tampan itu sakit lupus yang akhirnya membuat dia menjemput takdir. Hal ini membuat saya sedih sama tokoh wanitanya yang bernama Lannavera dimana tokoh wanita ini sangat cinta sama tokoh laki-laki. Tapi novel ini endingnya sedikit lumayan dimana Lannavera menemukan sepesang kaus kakinya, Danny :D

Minggu, 24 Maret 2013

Let Call The Whole Thing Off


oleh: Ella Fitzgerald Feat Louis Amstrong

Things have come to a pretty pass
Our romance is growing flat,
For you like this and the other
While I go for this and that,

Goodness knows what the end will be
Oh I don't know where I'm at
It looks as if we two will never be one
Something must be done:

You say either and I say either,
You say neither and I say neither
Either, either Neither, neither
Let's call the whole thing off.


You like potato and I like potahto
You like tomato and I like tomahto
Potato, potahto, Tomato, tomahto.
Let's call the whole thing off

But oh, if we call the whole thing off
Then we must part
And oh, if we ever part, then that might break my heart

So if you like pyjamas and I like pyjahmas,
I'll wear pyjamas and give up pyajahmas
For we know we need each other so we
Better call the whole thing off
Let's call the whole thing off.

You say laughter and I say larfter
You say after and I say arfter
Laughter, larfter after arfter
Let's call the whole thing off,

You like vanilla and I like vanella
You saspiralla, and I saspirella
Vanilla vanella chocolate strawberry
Let's call the whole thing off

But oh if we call the whole thing of then we must part
And oh, if we ever part, then that might break my heart

So if you go for oysters and I go for ersters
I'll order oysters and cancel the ersters
For we know we need each other so we
Better call the calling off off,
Let's call the whole thing off.

I say father, and you say pater,
I saw mother and you say mater
Pater, mater Uncle, auntie let's call the whole thing off.


I like bananas and you like banahnahs
I say Havana and I get Havahnah
Bananas, banahnahs Havana, Havahnah
Go your way, I'll go mine

So if I go for scallops and you go for lobsters,
So all right no contest we'll order lobseter
For we know we need each other so we
Better call the calling off off,
Let's call the whole thing off. 


lirik lagu ini saya cari karena saya kepikiran sama lagunya yang kocak. di lagu ini ada dua penyanyi yang bertengkar seoolah-seolah tiap lirik mewakili perasaan mereka. lagu ini merupakan lagu jazz yang tiba-tiba saya suka  setelah membaca novel metropop Love, Hate Hocus & Pocus. Ceritanya lagu ini di puter pas ada bagian mereka lagi berantem di mobil dan lagi denger lagu jazz. ya lagu yang mencerminkan perasaan mereka yang sedang bertengkar yang akhirnya baikkan juga karena mikirin tentang pertengkaran mereka yang gak penting-penting banget. lucu hahaha :D